Tips Mudik Pakai Motor Matic Yang Wajib Anda Ketahui

Tentu anda tak mau jika motor matic yang ditunggangi saat mudik tiba-tiba mogok ditengah jalan. Berapa banyak waktu, tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan? Nah sebelum berangkat mudik, tips mudik pakai motor matic berikut ini wajib anda baca.

Mudik pakai motor matic aman gak sih?  Mungkin itu adalah pertanyaan sebagian besar dari kita yang belum merasakan pengalaman mudik naik motor matic.

Wedijanto Widarso, GM Technical Service Division Astra Honda Motor,  mengaskan agar kita jangan ragu untuk mudik menggunakan skutik karena sudah teruji.

“Pakai skutik nggak usah ragu karena motor ini sudah teruji,” kata Wedijanto Widarso, GM Technical Service Division AHM saat berbincang dengan Liputan6.com 

Hanya saja, yang perlu diperhatikan pemudik, tidak boleh mengangkut lebih dari dua orang penumpang. Kemudian, muatannya pun tak boleh berlebihan.

“Jangan itu pakai bambu di belakang motor yang dialokasikan sebagai tempat barang, belum lagi di depan juga. Ini akan menggangu keseimbangan apalagi kalau suka selap-selip,” jelas Wedijanto.

Untuk mengantisipasi kemungikan terjadinya hal yang tidak baik terhadap skutik adna saat mudik perlu diperhatikan hal-hal seperti yang akan dibahas dibawah ini.

Persiapan Mudik Dengan Motor Matic

Sebelum memutuskan untuk mudik pakai skutik, ada baiknya kita fahami dulu karakteristik motor matic yang sangat berbeda dengan motor bebek.

Dapur pacu sekutik ini tergolong spesial jika dibandingkan dengan dapur pacu milik sepeda motor  biasa macam bebek dan sport. Karena engine skutik memakai penggerak transimisi CVT, kita perlu memberikan perhatian lebih di sektor ini.

Daripada nanti buang waktu sia-sia dalam perjalan mudik akibat motor matic anda mogok atau direpoti masalah tertentu, sebaiknya dicek dulu kondisi mesin sekubek anda. “Mulai dari kopling hingga sabuk penggerak atau belt.

Jika tidak ingin repot, bawa saja skutik kebengkel langganan untuk diperiksa segala sesuatunya agar aman. Tapi jika ingin memastikan sendiri kondisinya, tips pengecekan motor matic sebelum mudik ini bisa anda lakukan dirumah

1. Cek Kondisi Mesin

Cara paling mudah untuk mengetahui bagaimana kondisi mesin motor matic anda, apakah sehat atau tidak adalah dengan cara melihat warna elektroda businya.

Untuk pekerjaan ini bisa anda kerjakan sendiri. Pertama, cabut kop kabel busi. Putar berlawanan arah jarum jam untuk melepasnya. Kalau sudah terbuka, cek kondisi elektroda busi alias ujung busi yang tertanam ke dalam ruang pembakaran.

mudik pakai motor matic

Perhatikan warnanya. Hal itu yang menentukan mesin motor dalam kondisi sehat atau tidak.

Warna elektroda kecokelatan/merah bata. Tandanya pembakaran optimal. Anda tak perlu kuatir.

Kalau warna elektroda menghitam itu tandanya  campuran antara udara dan bensin tidak seimbang. Lebih banyak bensinnya daripada udara/anginya. Efeknya, konsumsi bahan bakar meningkat, alias boros.

Kemudian, kalau warna elektroda memutih. Tanda kalau campuran udara dan bensin lebih banyak udaranya. Efeknya, motor bakalan lebih cepat panas. Kalau mesin kepanasan, tidak bagus buat daya tahan komponen di dalam mesin. Jadi cepat rusak.

Nah yang perlu anda khawatirkan adalah  jika elektroda busi motor matic anda berwarna hitam dan dipenuhi oli.

Ini yang bahaya, sebab indikasi oli masuk ke ruang bakar karena ring piston jelek atau liner piston yang sudah baret. Oli yang ikut terbakar menjadikan motor Anda jadi mengeluarkan asap putih.

Keempat kondisi di atas adalah hal paling sering ditemui jika motor digunakan sehari-hari. Nah, kalau mau periksa busi masih nyala atau sudah rusak, ada caranya juga.

Busi yang sudah terlepas dari ruang bakar, dipasang lagi ke kop kabel businya. Lalu, tempelkan elektroda busi ke bagian yang terbuat dari besi di motor.

Jika tidak yakin dengan pengamatan anda, segera bawa skutik kebengkel langganan untuk dilakukan service rutin.

3. Cek Kondisi Kelistrikan

Kelistrikan menjadi bagian yang sangat vital untuk motor matic anda. Tentu anda tidak ingin mudik menggunakan motor matic yang lampu depanya redup dan suara klakson yang mbrebet karena kekurangan daya litsriknya.

Kiprok adalah komponen yang perlu anda cek kondisinya, jika dirasa sudah tidak bagus ada baiknya untuk segera diganti yang baru.

Kiprok merupakan komponen yang sangat berperan untuk pengaturan bagian kelistrikan motor dan juga kiprok cukup sensitif karena perannya yang langsug berhubungan dengan aki dan penyetabil arus pada sistem penerangan motor.

mudik pakai motor matic

Ciri-Ciri Kiprok Sudah Rusak

  • Jika lampu depan terkadang tiba-tiba redup atau bahkan langsung mati jika tuas gas ditarik,  padahal arus dari sepul lampu dalam kondisi baik maka ada kemungkinan besar kiprok motor mati atau tahanan antar terminal kiprok dari sepul dan massa terhubung langsung atau menempel kabelnya.
  • Aki motor yang cepat soak padahal kondisi sepul dan suplai arus berjalan normal ada kemungkinan kiprok rusak atau mati dan tidak bisa digunakan.
  • Kadang kiprok itu tidak mati melainkan rusak,  fungsi kiprok adalah sebagai penyearah tegangan dari sepul dan membatasi besarnya tegangan yang akan menuju ke aki motor dan sistem kelistrikan motor. Bohlam lampu utama motor yang sering mati ini akibat tegangan yang masuk ke lampu sangat besar karena disebabkan kiprok sudah tidak bisa lagi membatasi tegangan yag keluar ke kiprok.

2. Cek Kondisi Belt & Roller

Komponen penting yang perlu anda cek adalah kondisi Belt dan Roller.  Penyakit yang ada pada belt motor matic adalah aus, getas dan retak. Sebagai part penggerak atau penghubung antara puli depan dan belakang, sebaiknya belt tidak boleh getas. Jika memaksakan menggunakan belt yang sudah getas, resiko yang akan anda hadapi adalah putusnya belt motor matic anda.
Cara termudah untuk melihat retakan belt adalah dengan cara melipat sisi dalamnya

mudik pakai motor matic

Sedangkan bila kondisi belt sudah aus, gejala selip juga bisa terjadi.  Kondisi ini bisa dipantau saat memutar gas, jika roda berputar disertai dengan suara mendecit bisa dipastikan belt motor matik anda sudah aus dan harus segera diganti.

Selajutnya adalah mengecek keausan roller. Anda juga bisa melakukan penyesuaian berat roller jika dirasa perlu.

“Kalau sekiranya perjalanan mudik akan menemui kemacetan, sebaiknya tetap pakai roller ukuran standar.

Tapi kalau ingin motor matic lebih nyaman saat melaju di trek lurus, beratkan lagi rollernya. Misal, dari 10 gram jadi pakai 11 gram.

3. Ban dan Pelek

Tak sedikit dari pemilik motor matic  yang mengganti pelek motornya dengan diameter lebih besar,  misalnya dari ring 14 jadi pakai pelek ring 17 inci.  Efeknya pengguna motor matic harus memakai profil ban yang tipis agar tidak mentok dek.
Saat perjalanan mudik, sebaiknya pakai ukuran standar saja. Risiko pelek peyang akibat menghantam lubang pun jadi minim. Karena dengan profil ban yang lebih tinggi, efek benturan masih bisa diredam lebih baik.
mudik pakai motor matic

4. Cek Kondisi Oli Mesin & Oli Girboks

Penggantian oli girboks memang tidak secepat oli mesin. Tapi, setidaknya lakukan penggantian oli girboks sebelum mudik.

Untuk mengetahui kualitas oli, apakah masih bagus atau sudah harus diganti, berikut ini adalah caranya : Langsung saja buka tutup oli mesin, kemudian kita tinggal baca kondisinya melalui warnanya

  • Oli berwarna Putih Pekat : Oli berubah menjadi warna putih susu jika tercampur dengan air, hal seperti ini bisa terjadi mungkin anda pernah melewati genangan air yang cukup tinggi ketika sedang hujan hingga merembes ke mesin.  (Oli wajib diganti)
  • Oli Berwarna Hitam : Warna oli berubah menjadi hitam bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama akibat kendaraan telah menempuh perjalanan dengan jarak tempuh lebih jauh. Kedua karena terjadi kerusakan pada mesin. (Oli wajib di ganti)
  • Oli Berwarna Coklat agak kekuningan : Warna ini biasanya menunjukan kendaraan usai menempuh perjalanan dengan Jarak tempuh yang kurang lebih berkisar antara 1.000-2.000 km, sehingga membuat warna oli  menjadi coklat kekuningan. Jika yang terlihat adalah warna tersebut masih dapat dikatakan normal. (Oli kondisi normal)

Selain itu pastikan volume oli mesin tidak berlebih atau kurang, caranya bisa dilakukan menggunakan dipstick / penutup oli yang ada pada motor.

Untuk melakukan pengecekan caranya yaitu buka tutup oli, bersihkan dengan kain hingga bersih lalu masukkkan kembali tutup oli namun jangan dikencangkan sampai keras, kemudian kita buka lagi tutup tersebut.

Sekarang kita bisa lakukan pengecekan, jika oli yang menempel pada dipstick berada diatas garis (F) berarti oli kepenuhan, jika oli yang menempel pada dipstick berada  dibawah garis (L) berarti oli kekeringan, dan jika posisi oli berada ditengah-tengah garis dipstick berati kondisi oli normal tidak kekurangan atau kelebihan

 

 5. Cek Kondisi Kopling

Dalam bagian CVT skubek, tergolong banyak komponen. Salah satunya, sistem kopling itu sendiri. Pastikan, ketebalan kampas kopling masih dalam batas normal. Jangan sampai kopling mulai aus tapi dipaksakan berjalan.

Jika dipaksakan, akan timbul selip karena kampas tidak mampu menekan mangkuk kopling sempurna. Jangan lupa juga perhatikan mulus tidaknya lingkaran diameter mangkuk kopling bagian dalam. Kalau peyang, efek selip bisa terjadi.

Tapi yang lebih penting lagi, periksa juga kerenggangan mur pengunci kampas kopling dengan mangkuk ketika keadaan mesin tidak hidup atau stasioner. Sebab jika kedua part ini bersentuhan, akan membuat roda seret atau terkunci.

Apalagi ketika mudik, pasti akan mengalami proses stop and go akibat kemacetan. Seharusnya, antara mur dan mangkuk kopling akan nempel seiring kopling berkembang.

6. Cek Kondisi Rem Depan & Belakang

Untuk mengetahui kondisi kampas rem yang sudah mulai habis sebenarnya dapat dirasakan menggunakan feeling. Tekan dengan kuat handle rem depan atau belakang, jika tangkai rem terasa keras serta pengereman kurang pakem bisa jadi kampas rem sudah harus di periksa.


Selain karena memang sudah aus. kampas rem yang tidak pakem bisa disebabkan material kampas mengeras..Bila diabaikan, lama-lama piringan cacat tergerus kampas yang sudang mengeras. Hal itu bisa diraba pada piringan yang sudah termakan dan tidak rata. Apalagi piringan yang cacat menyebabkan kerja rem depan kurang maksimal.

Sedangkan mengecek rem belakang rada repot. Apalagi matik jarang dilengkapi indikator kampas rem di panel teromolnya. Untuk mengetahui kondisi kampas harus dibongkar. Apalagi tumpukan debu menyebabkan jadi kurang pakem.

Rem belakang kurang pakem bisa juga timbul dari akibat kabel rem yang sudah tua. Bisa dirasakan lewat handle terasa keras saat melakukan pengereman.

Jika sudah demikian keadaanya, maka sebelum mudik segera ganti kampas rem anda dengan yang baru agar perjalanan mudik dengan motor matic jadi lebih aman.

Setelah kondisi motor matic anda okey untuk diajak mudik, jangan lupa untuk memperisapkan hal lain agar mudik anda menjadi aman, nyaman dan menyenangkan.

Baca juga :  25 Tips Mudik Motor: Aman dan Nyaman

Demikian tip mudik menggunakan motor matic yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat!

 

Info Mudik Lainya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *