Setelah Berhasil Booking, Apakah Tiket Kereta Masih Perlu Dicetak?

Setelah berhasil membeli tiket kereta api secara online dan selesai melakukan pembayaran, biasanya kita akan segera mencetak tiket kereta api melalui mesin cetak tiket mandiri meski tanggal keberangkatan masih jauh. Dengan telah diberlakukanya sistem Check-in dan Boarding Pass pada stasiun keberangkatan, apakah masih perlu cetak tiket kereta api?

Sistem Check-in dan Boarding Pass Stasiun Kereta

Saat ini hampir semua stasiun kereta api besar seperti Jakarta Senen, St.Gambir, St. Bandung dan stasiun besar lainya telah menerapkan sistem check-in dan boarding pass dimana tiket untuk penumpang hanya bisa dicetak pada hari keberangkatan mulai 12 jam sampai dengan 10 menit sebelum keberangkatan.

Tiket yang dicetak berupa Boarding Pass yag berbeda dengan tiket kereta api seperti yang biasa kita kenal. Perbedaanya bisa anda lihat dalam gambar.

Pada artikel yang terdahulu saya sudah membuat ulasan bagaimana cara melakukan boarding di stasiun.

Secara singkat tiket boarding pass dicetak dengan melakukan scan barcode bukti booking/pembayaran tiket di mesin Check-in Mandiri. Atau jika tidak ada barcodenya, anda bisa memasukkan kode booking / kode pembayaran pada layar touch screen mesin Check-in Mandiri. Jika benar, maka nanti akan muncul data-data pemesanan kereta anda dan siap untuk dicetak.

Anda wajib menunjukkan tiket boarding pass dan ID card asli untuk dilakukan verifikasi data oleh petugas jaga sebelum anda masuk ke ruang tunggu keberangkatan kereta api.

Apakah masih perlu cetak tiket kereta api sebelum hari keberangkatan?

Dengan sistem check-in apa kita masih perlu mencetak tiket kereta api seperti sebelumnya?

Saya sempat mentweet admin twitter KAI121 yang merupakan akun twitter resmi PT.KAI beberapa waktu lalu untuk menanyakan apakah kita masih perlu mencetak tiket kereta api sebelum hari keberangkatan atau cukup mencetak boarding pass pada hari keberangkatan saja.

Perbedaan Check In Mandiri (CIM) dengan Cetak Tiket Mandiri

Lantas apa bedanya Chek In Mandiri (CIM) dengan Mesin Cetak Mandiri (CTM)?

“Pada dasarnya hampir sama proses validasi penumpang, pada mesin. Jika pada CTM Pengguna jasa setelah mendapatkan kode booking selanjutnya mencetak tiket KA seperti umumnya, namun pada mesin Chek In Mandiri (CIM) pengguna jasa jika sudah mendapatkan kode booking dan mengetikan pada mesin ini akan mendapatkan struk tanda chek in dan berlaku sebagai tiket KA, jadi tidak perlu lagi tiket seperti biasanya, dan selanjutnya hanya membawa struk boarding pass tersebut masuk boarding gate (pintu boarding) dengan memperlihatkan Kartu identitas Asli (KTP, SIM, Passport, Kartu keluarga),”ujar SM Humas PT KAI Daop I Jakarta Bambang S Prayitno seperti yang dikutip oleh detik.com

Cara Melakukan Boarding di Stasiun Kereta

Boarding Pass Untuk Pembelian Tiket Langsung

Sementara itu jika anda membeli tiket go show (pembelian langsung untuk keberangkatan hari yang sama), maka anda akan mendapat 2 lembar struk di mana lembar pertama merupakan bukti pembayaran dan lembar kedua adalah boarding pass untuk memasuki boarding gate.

Setelah memiliki boarding pass, dan jadawal kereta api anda sudah tiba maka anda dapat segera menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas.

Petugas akan melakukan verifikasi boarding pass dengan perangkat scanner serta memeriksa kecocokan antara data – data yang ada dalam tiket dengan data pada kartu identitas asli anda.

Andapun tetap wajib menunjukan kartu identitas asli yang dalam kartu identitas tersebut terdapat foto anda, jika data pada boarding pass dan ID tidak sesuai maka anda dilarang masuk dan tiket dianggap tidak berlaku.

Kesimpulan

Dengan diberlakukanya sistem check-in ini berarti anda tidak perlu lagi mencetak tiket kereta api sebelum hari keberangkatan jika stasiun keberangkatan telah menerapkan check-in system dan boarding pass.

Jika stasiun keberangkatan kereta anda belum menerapkan check-in system dan boarding pass berarti anda dapat mencetak tiket kereta pada mesin cetak mandiri seperti biasanya.

Jika memesan tiket kereta api jauh hari sebelum keberangkatan seperti tiket untuk mudik lebaran nanti, anda harus hati-hati menyimpan struk pembayaran yang anda peroleh dari ATM ataupun loket payment point seperti Indomart karena tulisan dalam struk tersebut mudah pudar.

Sebaiknya struk tersebut anda fotocopy untuk berjaga-jaga agar tulisan kode pembayaran yang ada dalam struk pembayaran tersebut tidak pudar dan dapat dibaca dengan baik saat akan berangkat nanti.

Saat selesai melakukan reservasi tiket online melalui web KAI dan selesai melakukan pembayaran, anda akan mendapatkan kiriman e-mail berupa detail reservasi dan bukti pembayaran. Anda bisa mencetak email ini untuk dibawa saat akan mencetak boarding pass.

Jika anda memesan tiket kereta api melalui traveloka atau tiket.com anda akan lebih mudah lagi untuk mencetak boarding pass. Karena struk pembayaran yang dikeluarkan sudah ada barcodenya.

Anda tinggal menuju mesin check-in mandiri, scanning barcode kode pembayaran, lalu cetak boarding pass.

Jadi saat ini anda tak perlu repot antri untuk cetak tiket kereta api seperti sebelumnya, demikian info yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Info Mudik Lainya

6 thoughts on “Setelah Berhasil Booking, Apakah Tiket Kereta Masih Perlu Dicetak?

  1. Saya membeli tiket pada tanggal 31 april 2017 , dan saya sudah chek in dan boarding pass pada tanggal 1 mei 2017… sedangkan pemberangkatan Minggu Pagi pada tanggal 7 mei… Apakah itu tidak bermasalah …

    1. tidak bermasalah, pada awalnya pencetakan tiket boarding pass hanya bisa dilakukan pada hari keberangkatan, tapi sekarang bisa dilakukan 7 hari sebelum keberangkatan

  2. terima kasih infonya, sangat bermanfaat. mama saya biasanya sudah tanya kapan cetak tiket setelah booking. padahal peraturannya sudah baru lagi. maklum orang tua kurang up to date dengan info terkini, terutama kalau mengandalkan pembelian langsung ke loket atau kurang paham dengan mesin cetak canggih, apalagi yang tidak paham sistem online. jadi harus dijelaskan dengan hati-hati dan super jelas agar tidak salah paham atau dianggap membingungkan.

    1. Terimakasih telah berknjung dan meninggalkan komentar di blog ini, yup kuncinya ada pada komunikasi yang jelas dan rinci agar tidak terjadi kesalahfahaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *