Ini dia Lokasi Kemacetan Mudik 2017 dan Jalur Alternatifnya

Mungkin anda adalah salah satu pemudik yang terjebak dalam kemacetan mudik yang luar biasa di pintu tol brexit tahun 2016 lalu. Betapa ‘horor-nya’ peristiwa saat itu dimana saya dan keluarga juga terjebak dalam antrian lebih dari 28 jam. Untuk menghindari kejadian tersebut ada baiknya kita perhatikan prediksi kemacetan mudik 2017.

Kemacetan mudik saat itu dinilai oleh beberapa pihak sebagai kemacetan paling parah.

Komisi V DPR RI mencatat kemacetan di pintu keluar tol Brebes atau sekarang dikenal dengan istilah ‘Brexit’ adalah kemacetan paling parah sepanjang sejarah mudik di Indonesia. Setidaknya kendaraan terjebak nyaris 48 jam untuk bisa keluar dari kemacetan.

 

Penyebab Kemacetan Mudik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kemacetan di pintu keluar jalan tol Brebes, atau tenar disebut Brexit disebabkan oleh belum rampungnya sambungan Tol Trans Jawa Seksi III.

Tol ini menyambungkan Brebes Timur dengan Tegal Timur. Akibatnya, masyarakat yang lewat jalan umum dari Brexit ini juga terkena macet.

” Mestinya tidak bertemu itu jalan tol dengan jalan umum,” kata Darmin di Jakarta, dilansir dariMerdeka.com, Senin 11 Juli 2016.

Lalu bagaimana dengan kondisi sambungan Tol Trans Jawa Seksi III untuk mudik 2017 nanti?

Prediksi Kemacetan Mudik 2017

Diprediksi, kemacetan parah yang terjadi pada saat arus mudik tahun 2016 yang terjadi di exit tol Brebes Timur (Brexit), tahun depan akan berpindah ke Pekalongan. Prediksi kemacetan mudik 2017 ini seiring dengan perkiraan telah jadinya jalur tol dari Brebes sampai Pemalang.

Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Pekalongan,. “Diperkirakan tahun depan jalan tol dari arah Brebes sudah sampai Pemalang. Sehingga diprediksi, akan terjadi penumpukan kendaraan di Kota Pekalongan,” katanya.

Kekhawatiran terjadinya kemacetan parah saat arus mudik maupun balik pada lebaran tahun depan ini juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan Doyo Budi Wibowo.

Dia menyampaikan, kemacetan arus mudik dan balik, terlebih bersamaan dengan kalender akademik libur sekolah, menambah beban jalan di Kota Pekalongan.

Jalur Alternatif Mudik 2017

Kepala Dishubkominfo Jateng Satriyo Hidayat memaparkan ruas tol Brebes-Pemalang pada Lebaran 2017 sudah bisa digunakan sehingga kemacetan tidak akan lagi terjadi di pintu keluar jalur jalan tol (exit tol) Brebes Timur. ”Exit tol nantinya di Pemalang sehingga akan terjadi penumpukan kendaraan di wilayah Kota Pekalongan karena tidak mempunyai jalan lingkar,” katanya di Kota Semarang., Kamis (14/7/2016).

Jalur-jalur jalan di Kota Pekalongan, lanjut dia, memiliki banyak persimpangan, dan ada pula dua pintu perlintasan kereta api (KA) yang menutup 84 kali sehari atau setiap 10-15 menit sekali. ”Bila tidak segera dipersiapkan mulai sekarang pada arus mudik Lebaran tahun depan [2017], terjadi kemacetan parah di Kota Pekalongan,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Satriyo, pihaknya, akan disiapkan jalur alternatif dari Pemalang yang bisa tembus hingga Batang sehingga kendaraan tidak perlu melalui Kota Pekalongan.

Jalur alternatif mudik 2017 Pemalang-Batang itu nantinya akan disosialisasikan ke Jakarta sebagai jalur mudik Lebaran 2017 sehingga warga yang akan ke Jateng melalui jalur pantai utara (pantura) mengetahui rutenya.

”Pada arus mudik Lebaran tahun [2016] ini kami melakukan kekeliruan karena sosialisasi rute alternatif di Jateng, mestinya sosialisasinya harus di Jakarta yang akan mudik ke Jateng,” ungkapnya.

Satrio menambahkan demi mengatasi kemacetan di Kota Pekalongan, sebenarnya sudah ada rencana pembangunan jalan lingkar sepanjang 26 km dari Wiradesa sampai Alun-Alun Batang. Saat ini, jalur jalan lingkar Kota Pekalongan itu masih dalam penyusunan detail engineering design (DED) dan sedang dilakukan pula proses pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan jalan tersebut.

”Pembangunan jalan lingkar di Kota Pekalongan kemungkinan bisa terealiasasi pada 2018 karena sekarang masih dalam tahap penyusunan DED,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *