Ini Dia Ketentuan Khusus Bagi Penumpang / Ibu Hamil dari PT.KAI

MudikGratis.com – Jika istri anda sedang hamil dan berencana mudik menggunakan kereta api lebaran 2017 sebaiknya memahami peraturan terbaru dari PT KAI yang akan mulai berlaku mulai 31 Maret 2017 nanti.

Dalam aturan ini bagi Ibu hamil yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api harus didampingi minimal satu orang dewasa dan dalam kondisi yang sehat sesuai rekomendasi dokter.

Peraturan PT.KAI ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan rasa kenyamanan bagi seluruh penumpang, khususnya bagi Ibu hamil.

Pada Januari lalu, penumpang Kereta Api Doho tujuan Blitar menjadi heboh ketika ada seorang Ibu yang tiba-tiba merasa sakit perutnya.  Saat diperiksa oleh suaminya ternyata Ibu tersebut sudah mengalami kontraksi dan pecah ketubanya. Beruntung saat itu ada beberapa penumpang yang memberikan pertolongan.

Sampai di stasiun Jombang kereta berhenti, berkat bantuan dokter dan seorang petugas loket yang kebetulan memiliki ilmu kebidanan akhirnya proses persalinan pun berjalan dengan lancar hingga si bayi keluar dengan selamat.

Tentu saja anda tidak ingin kejadian tersebut menimpa istri tercinta bukan?

Ketentuan Khusus Penumpang Kereta Yang Hamil

Ketentuan khusus bagi penumpang kereta api yang sedang hamil ini disampaikan oleh Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko melalui halaman antaranews.com

Ketentuan tersebut sebagai berikut :

  1. Ibu hamil yang diperbolehkan naik KA jarak jauh jika usia kehamilan 14-28 minggu.
  2. Jika usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, ibu hamil tersebut wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, kandungan ibu dalam keadaan sehat, dan tidak ada kelainan kandungan.
  3. Ibu hamil tersebut wajib didampingi oleh minimal satu orang pendamping dewasa.

Sanksi Jika Melanggar

Sanksi juga diberlakukan bagi penumpang kereta api yang sedang hamil dan tidak dapat mematuhi aturan terbaru tersebut.

  1. Jika pelanggaran tersebut diketahui saat melakukan proses boarding, calon penumpang diizinkan melanjutkan perjalanan dengan syarat wajib melakukan pemeriksaan di pos kesehatan stasiun
  2. Membuat surat pernyataan pertanggungan risiko bahwa perusahaan, dalam hal ini PT KAI (Persero), dibebaskan dari pertanggungjawaban jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.
  3. Apabila hasil pemeriksaan petugas pos kesehatan menyatakan bahwa penumpang tersebut tidak direkomendasikan untuk perjalanan jarak jauh, tiket atau “boarding pass” penumpang yang bersangkutan dapat dibatalkan secara manual dan bea tiket dikembalikan secara tunai sebesar 100 persen di luar bea pemesanan.
  4. Sementara bagi calon penumpang yang mendampingi ibu hamil jika menghendaki tidak melanjutkan perjalanan, tiket atau “boarding pass” dibatalkan secara manual dan bea tiket dikembalikan secara tunai sebesar 100 persen di luar bea pemesanan.

Kebijakan terbaru dari PT.KAI ini semata-mata bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang kereta api khususnya bagi Ibu hamil.

Tips Perjalanan Kereta Api Bagi Ibu Hamil

Tips berikut ini bisa dilakukan oleh Ibu hamil dengan mudah jika harus mudik lebaran menggunakan kereta api.

Lakukan Pemeriksaan Kehamilan

Berapapun usia kandungan istri anda, pastikan untuk melakukan check-up ke dokter kandungan atau bidan sebelum melakukan perjalanan. Jangan berangkat sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter.

Jika memungkinkan, miliki asuransi perjalanan untuk melindungi kehamilan Anda dari berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, misalnya perawatan medis ketika melahirkan, melahirkan bayi secara prematur , dan biaya perubahan jadwal perjalanan pulang jika Anda tiba-tiba melahirkan di tempat tujuan.

Anda juga bisa mencari tahu fasilitas perawatan kesehatan apa saja yang terdapat didalam kereta ataupun stasiun pemberhentian kereta api.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk membawa cacatan medis agar Anda dapat memberikan informasi relevan mengenai riwayat kehamilan kepada dokter jika diperlukan.

Pemilihan Waktu

Jika tidak ada komplikasi pada kandungan, waktu terbaik untuk melakukan perjalanan adalah pada periode 14 dan 28 minggu masa kehamilan yang sesuai dengan kebijakan terbaru PT. KAI bagi penumpang Ibu hamil.

Tentu saja anda tidak akan nekat melakukan perjalan jauh jika perkiraan kelahiran sikecil sudah didepan mata.

Utamakan Kenyamanan

Mengingat istri anda tengah berbadan dua, sebaiknya anda memesan tiket bangku kereta api yang tidak jauh dari toilet. Ibu hamil cenderung lebih sering untuk buang air kecil. Posisi tempat duduk yang jauh dari toilet tentu akan menyulitkan bagi Ibu hamil

Selain itu, pastikan anda membawa pelengkapan yang nyaman. Gunakan sepatu atau sandal dengan hak rata. Gunakan pakaian yang nyaman, cari bahan yang bisa menyerap keringat agar tidak kepanasan.

Saat diperjalanan, usahakan untuk rileks dan jangan tegang. Cari posisi yang nyaman untuk duduk. Pikirkan hal-hal yang positif.

Musik bisa membuat ibu hamil lebih releks, selain itu musik juga dapat memberi ketenangan untuk si jabang bayi. Dengarkan musik slow, sambil menikmati perjalanan.

Bawa Selalu Makanan dan Minuman

Jangan berpergian dengan perut kosong, apalagi bila istri anda sedang mengalami morning sickness (mual-muntah). Bawalah beberapa makanan kecil untuk mencegah mual.

Pilih cemilan yang bergizi dan tentunya tidak berbahaya untuk kandungan. Untuk air minum usahakan memilih air minum mineral dalam kemasan agar lebih praktis dan terjamin kesehatanya.

Demikian semoga bermanfaat

Jaga kesehatan dan persiapkan mudik lebaran tahun ini jauh-jauh hari agar mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan selama musim lebaran tahun ini.

Salam

Info Mudik Lainya

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *